Ada seorang sahabat Nabi Muhammad SAW yang bernama Abu Dujanah. Abu Dujanah adalah sahabat Rasululah yang fakir. Beliau itu rajin sekali sholatnya sampai Rasulullah tuntas mengerjakan sholatnya baru dia akan pulang. Namun beberapa hari belakangan dilihat oleh Rasulullah dia itu pulang dari masjid sebelum Rasulullah berdoa terutama di waktu Solat Shubuh. Padahal doa dari Rasulullah itulah yang di tunggu tunggu oleh para sahabatnya ketika selesai sholat karena doa Rasulullah mudah dikabulkan oleh Allah SWT. Setelah itu Nabi Muhammad SAW pun penasaran kepada salah satu sahabatnya itu yang bernama Abu Dujanah.
Walaupun Rasulullah SAW memiliki banyak sekali sahabat, Namun karena
Beliau di jadikan sebagai rahmat lil alamin Rasulullah itu tuh sangat
teliti terhadap kondisi sahabatnya karena Rasulullah itu sangat sayang dan
perhatian kepada sahabat sahabatnya. Sehingga pada keesokan harinya, Rasulullah
pun bertanya kepada Abu Dujanah.
“Yaa Abu Dujanah kenapa kamu aku lihat belakangan ini kok pulang
dari sholat agak terburu-buru kamu tidak ada hajatkan
dengan Allah ?.” Akhirnya ia pun menangis,
”Yaa Rasulullah hajatku sangat banyak.”
Lalu Rasululllah bertanya lagi
“Lalu kenapa kamu buru-buru pulang? Kenapa ga tenang dulu? Mungkin
sampai setelah Sholat Dhuha.
Lalu Dia menjawab,
“Penginnya mah begitu ya Rasulullah tapi aku ada sebab.”
Rasulullah bertanya lagi,
“Sebab apa?”.
Kemudian Abu Dujanah menjawab
“ Ya Rasulullah kami tuh keluarga fakir, Kami pun jarang makan, Dan
kami juga mempunyai banyak anak kecil yang mereka pun juga sering kelaparan”.
Pada pagi hari, Ketika Abu Dujanah
pulang dari Masjid, dia melihat anaknya mengambil buah kurma yang jatuh dan pohon
kurmanya itu milik tetangganya.Tetangganya itu memiliki pohon kurma yang lebat
sekali, Kan kalau namanya buah itu kalo pagi pasti ada yang suka berjatuhan
buahnya. Nah di saat itu, Dia melihat anaknya mengambil buah yang jatuh itu.
Namanya anak kecil ketika lapar melihat
ada buah jatuh ya pasti biasanya dia itu langsung masukan saja buah yang jatuh
itu kedalam mulutnya. Ketika Abu Dujanah melihat anaknya sedang memakan buah
itu, Dia pun langsung berlari dari kejauhan dan memuntahkan buah tersebut dari
dalam mulut anaknya. Lalu Abu Dujanah mengatakan seperti ini kepada anaknya itu
“Nak.. jangan sampai kamu mempermalukan ayahmu di akhirat nanti
karena memasukan sesuatu yang tidak halal ke dalam tubuhmu.” Setelah itu, Abu
Dujanah mengambil buah yang jatuh itu dan langsung diberikan kepada
tetangganya. Kemudian dia meminta maaf kepada tetangganya itu atas apa yang telah sempat
di ambil oleh anaknya. Abu Dujanah tidak ingin kisah itu terulang kembali,
makanya dia
setiap pagi pulang duluan ketika habis sholat.
Kenapa? Karena dia tidak ingin anaknya keburu bangun, jadi sebelum
anaknya bangun dia itu memilihkan buah-buah tetangganya lalu dia berikan kepada tetangganya itu
sebelum anaknya melihatnya.
Kemudian Setelah itu, Nabi Muhammad
SAW mencoba menawar dan mendatangi tetangganya itu yang ternyata tetangganya
itu adalah seorang yang munafiq. Rasulullah SAW ingin membeli pohon kurma itu
dan beliau ingin membayarnya dengan 10 pohon kurma yang ada di Surga. Namun
karena tetangganya itu bukan seseorang yang beriman maka jawabannya seperti ini
“Aku transaksi ya harus jelas ini kan barang didunia kenapa harus
dibalas diakhirat? ya namanya kurma ini adanya didunia ya harus di balesnya
didunia juga dong.”
Lalu sayyidina Abu Bakar
mendengar perkataan tersebut. Dan Beliau ingin membayarnya dengan 10
pohon kurma yang dia punya yang gimana pohon kurma tersebut buahnya sangat
lebat dan kurmanya bagus-bagus. Mendengar perkataan Abu Bakar tersebut
Rasulullah akhirnya senang. Akhirnya kata orang munafiq itu, “Ok
deal” nggak ada
masalah setuju karena balasannya didunia. Setelah itu, Orang munafiq itu
pulang dengan perasaan gembira dan dia
mengatakan kepada istrinya
“Hari ini aku untung besar karena
pohon kurmaku ditawar oleh Muhammad dan para sahabatnya dengan 10 pohon
kurma milik mereka lalu aku berikan” lalu Istrinya bertanya
“Tapi kan pohon kurmanya masih di tanah kita ?. Lalu si suaminya
itu menjawab
“Ya nanti gampang saja, Setiap pagi buahnya akan kuambil biar
mereka ga dapat apa-apa nantinya”. Keesokan harinya, Abu Dujanah kaget karena
melihat pohon kurma yang punya tetangganya itu pindah ke halaman rumahnya. Itu
semua bisa terjadi karena Mu’jizat dari Allah SWT.
Dari cerita tersebut kita bisa mengambil kesimpulan bahwa kita itu
harus benar-benar menjaga atau mejauhi diri kita dari sesuatu yang haram misalkan kayak
mengambil makanan yang bukan milik kita. Ingatlah bahwa sesuatu yang kita makan
dari cara mendapatkannya yang tidak halal
maka hasilnya juga kemungkinan besar tidak akan baik buat
kedepannya. Selain itu, Jika kita
memiliki niat buruk terhadap seseorang maka Allah SWT pasti akan dengan
mudahnya mencoba mengagalkan niat buruk kita tersebut.
Abdul Aldi

1 Komentar
Ceritanya bermanfaat banget untuk kita mengetahui makanan yang halal atau tidak
BalasHapus